Logo

    Pelatihan Teknis Observasi Data Guncangan Gempabumi Tahun 2026


    Penguatan Kompetensi SDM Geofisika, BMKG Selenggarakan Pelatihan Teknis Observasi Data Guncangan Gempabumi Tahun 2026

    16 April 2026 · Kharis Aulia Alam

    Tangerang Selatan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia MKG menyelenggarakan Pelatihan Teknis Observasi (Monitoring) Data Guncangan Gempabumi Tahun 2026 secara daring pada 15 April hingga 27 Mei 2026. Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya peningkatan kompetensi SDM BMKG dalam observasi, pengoperasian peralatan, serta analisis data guncangan gempa bumi guna mendukung sistem peringatan dini dan mitigasi bencana gempabumi di Indonesia.

    Pelatihan diikuti oleh ASN BMKG yang bertugas di BMKG Pusat maupun Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh Indonesia, khususnya operator dan tenaga teknis geofisika yang menangani pemantauan data guncangan gempabumi. Materi pelatihan mencakup monitoring data observasi gempa bumi, analisis konfigurasi sensor untuk Earthquake Early Warning System (EEWS), analisis strong motion seperti Peak Ground Acceleration (PGA) dan Peak Ground Velocity (PGV), pengolahan ShakeMap, hingga pemetaan spasial guncangan gempa bumi.

    Deputi Bidang Geofisika BMKG, Dr. Nelly Florida Riama, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat aktivitas seismik yang tinggi sehingga membutuhkan sistem monitoring kegempaan yang cepat, akurat, dan andal. Beliau menegaskan bahwa penguatan sistem observasi kegempaan tidak hanya mencakup pengembangan teknologi dan jaringan sensor, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola, menganalisis, dan menginterpretasikan data guncangan gempa bumi secara tepat dan cepat. Lebih lanjut disampaikan bahwa pelatihan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas sistem monitoring dan layanan informasi kegempaan yang responsif, termasuk peningkatan kemampuan peserta dalam pengolahan dan diseminasi informasi berbasis produk seperti ShakeMap, sehingga peserta diharapkan mampu mendukung penyediaan informasi guncangan gempa bumi yang cepat, tepat, dan bermanfaat bagi masyarakat serta pemangku kepentingan. 

    Selain pembelajaran sinkronus melalui Zoom Meeting, peserta juga mengikuti pembelajaran asinkronus, praktik, studi kasus, project-based learning, dan aksi implementasi di unit kerja masing-masing. BMKG berharap kompetensi yang diperoleh peserta dapat mendukung peningkatan kualitas layanan informasi geofisika serta memperkuat kapasitas mitigasi bencana gempabumi di Indonesia.

    Pelatihan