Manajemen Risiko
Ringkasan profil risiko operasional dan strategis PPSDM MKG berdasarkan Rencana Tindak Pengendalian Tahun 2025.
Berdasarkan formulir Rencana Tindak Pengendalian Tahun 2025, telah teridentifikasi serangkaian risiko operasional dan strategis yang berada di bawah kewenangan Pusat Pengembangan SDM MKG. Profil risiko tersebut mencakup beberapa kategori utama, antara lain:
| No | Kode | Pernyataan Risiko | Pernyataan Penyebab | Tindak Lanjut Pengendalian |
|---|---|---|---|---|
| 1 | KPS.05.01 | Keterbatasan kesempatan pendaftaran studi bagi calon yang berminat tinggi | Karena program pendampingan, coaching, atau dukungan biaya tes ditiadakan atau anggarannya dialihkan akibat tuntutan efisiensi anggaran |
|
| 2 | KPS.05.02 | Tidak terpenuhinya dukungan pembiayaan untuk melaksanakan tahapan studi | Karena belum meratanya mekanisme co-funding yang kuat (pendanaan bersama) dengan pihak eksternal atau penyedia beasiswa dari negara lain. |
|
| 3 | KPS.05.04 | Risiko rendahnya dukungan terhadap sumber daya pelatihan teknis dan fungsional | Karena jumlah widyaiswara internal yang sangat kurang dan belum disahkannya usulan pembaruan ABK Widyaiswara sehingga belum mampu mengakomodir keseluruhan pelatihan teknis |
|
| 4 | KPS.05.13 | Risiko tidak adanya program pendampingan dalam persiapan beasiswa | Karena adanya tuntutan efisiensi anggaran secara menyeluruh yang menyebabkan manajemen enggan mengalokasikan sumber daya pada pos yang justifikasinya lemah |
|
| 5 | KPS.05.03 | Tidak terpenuhinya dukungan pembiayaan untuk kegiatan pendukung akademis yang menjadi syarat kelulusan | Diseminasi informasi tidak dilakukan secara massif |
|
| 6 | KPS.05.05 | Waktu pelatihan tidak cukup untuk memahami seluruh materi. | Desain kurikulum pelatihan tidak berbasis pada beban belajar efektif (effective learning hours). | Penerapan metode Blended Learning (pemberian materi pre-reading atau video pembelajaran sebelum kelas dimulai) (KPS.05.05.MR.1) |
| 7 | KPS.05.06 | Ketidakhadiran pegawai selama pelatihan berlangsung. | Konflik prioritas antara target operasional jangka pendek unit kerja dengan program pengembangan SDM jangka panjang | Menyarankan Kepala UPT memberikan izin khusus (Surat Tugas) untuk mengikuti pelatihan secara penuh (KPS.05.06.MN.1) |
| 8 | KPS.05.07 | Kurang optimalnya pemeliharaan atau pembaruan infrastruktur atau fasilitas pendukung pelatihan di kantor PPSDM MKG yang baru relokasi ke Pondok Betung. | Kesenjangan (gap) data perencanaan kebutuhan aset antara lokasi lama dan lokasi baru selama masa transisi |
|
| 9 | KPS.05.09 | Tidak terpenuhinya implementasi Corpu di lingkungan BMKG | Rendahnya keselarasan strategis (strategic alignment) antara strategi pengembangan kompetensi dengan strategi bisnis utama organisasi. | Membentuk Tim kerja BMKG Corpu yang mengawasi dan mengevaluasi implementasi tahapan Corpu (KPS.05.09.MD.1) |
| 10 | KPS.05.10 | Respon peserta tidak terkumpul tepat waktu dan lengkap | Lemahnya mekanisme umpan balik dalam sistem manajemen pelatihan | Memberikan sanksi administrasi berupa penahanan sertifikat peserta hingga peserta memberikan respon yang lengkap (KPS.05.10.MD.1) |
| 11 | KPS.05.11 | Jumlah pelatihan berkurang signifikan | Strategi penyampaian pelatihan (training delivery) belum beradaptasi sepenuhnya dengan keterbatasan fiskal. |
|
| 12 | KPS.05.12 | Keterbatasan formasi beasiswa menyebabkan menurunnya jumlah pegawai yang dapat melanjutkan pendidikan | Belum adanya diversifikasi sumber pendanaan pendidikan bagi pegawai | Memberikan informasi beasiswa lain dari berbagai sumber agar pegawai terinfo terkait beasiswa (KPS.05.12.MN.1) |
| 13 | KPS.05.14 | Rencana kebutuhan barang/jasa PPSDM tidak sesuai prioritas dikarenakan efisiensi anggaran dan relokasi kantor baru | Ketidaksinkronan antara siklus perencanaan anggaran dengan dinamika relokasi organisasi | Melakukan usulan revisi anggaran (KPS.05.14.MY.1) |
| 14 | KPS.05.16 | Alokasi anggaran tunjangan kinerja tidak mencukupi kebutuhan riil | Ketidakakuratan dalam metode peramalan (forecasting) belanja pegawai |
|
| 15 | KPS.05.17 | Risiko anggaran ATK dan pemeliharaan BMN tidak mencukupi | Budaya kerja yang masih bergantung pada sumber daya fisik di tengah keterbatasan dana operasional |
|
| 16 | KPS.05.18 | Terbatasnya sumber daya pelayanan operasional dan perkantoran | Belum optimalnya digitalisasi proses bisnis administrasi perkantoran. |
|
| 17 | KPS.05.19 | Pengelolaan arsip oleh petugas arsip yang belum optimal dikarenakan merangkap tugas layanan lain | Ketimpangan distribusi beban kerja antara fungsi teknis dan fungsi pendukung |
|
| 18 | KPS.05.08 | Keterlambatan respons layanan pengembangan kompetensi karena seluruh permintaan dilakukan secara online dan masuk bersamaan disebabkan kapasitas pegawai PPSDM yang terbatas | Kesenjangan teknologi dalam menangani volume permintaan layanan yang tinggi. | Membuat sistem pendaftaran pelatihan yang komprehensif (KPS.05.08.MR.1) |
| 19 | KPS.05.15 | Efisiensi anggaran (anggaran masih ditahan oleh Kementerian Keuangan) | Ketidakpastian anggaran pusat yang menuntut kesigapan revisi di internal |
|