PKA 2026 Perkuat Wawasan Peserta tentang Isu Strategis Bidang Modifikasi Cuaca dari Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG
Tangerang Selatan – Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Dr. Tri Handoko Seto, M.Sc., menyampaikan Ceramah Isu Strategis Bidang Modifikasi Cuaca secara daring melalui zoom meeting pada Rabu (8/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan VIII Tahun 2026.
Dalam paparannya, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca menjelaskan perkembangan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Indonesia, mulai dari pelaksanaan eksperimen hujan buatan pada akhir tahun 1977 hingga penguatan kelembagaan modifikasi cuaca di bawah BMKG. Penguatan tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung penyelenggaraan operasi modifikasi cuaca yang semakin adaptif terhadap tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Disampaikan pula bahwa Operasi Modifikasi Cuaca memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai kepentingan nasional, antara lain pengurangan risiko bencana hidrometeorologi, pengelolaan sumber daya air, penguatan ketahanan pangan dan energi, serta dukungan terhadap berbagai kegiatan strategis nasional. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu melengkapi upaya mitigasi bencana dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak cuaca dan iklim ekstrem.
Materi juga menyoroti pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penyelenggaraan Operasi Modifikasi Cuaca. Pemanfaatan teknologi observasi atmosfer, pemodelan cuaca, kecerdasan buatan (artificial intelligence), serta analisis data menjadi salah satu arah pengembangan untuk meningkatkan efektivitas dan ketepatan pelaksanaan operasi di masa mendatang.
Selain penguatan teknologi, keberhasilan Operasi Modifikasi Cuaca juga memerlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong inovasi, memperkuat kapasitas nasional, serta meningkatkan pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca secara bertanggung jawab dan berbasis ilmu pengetahuan.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa perkembangan riset modifikasi cuaca di berbagai negara menunjukkan pentingnya peningkatan kerja sama internasional dalam pertukaran pengetahuan, teknologi, dan praktik terbaik. Hal ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk terus mengembangkan kapasitas nasional sekaligus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang modifikasi cuaca.
Melalui sesi pembelajaran ini, peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan VIII Tahun 2026 diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran Operasi Modifikasi Cuaca sebagai salah satu instrumen pendukung pembangunan berkelanjutan dan mitigasi bencana. Wawasan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas kepemimpinan peserta dalam mendorong inovasi, kolaborasi, dan pengambilan keputusan yang berorientasi pada peningkatan kinerja organisasi.