BMKG Gelar Pelatihan Manajemen Proses Bisnis Operasional Modifikasi Cuaca (OMC) Tahun 2026
7 Juli 2026 · Dinda Afifah
Tangerang Selatan – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia MKG menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Proses Bisnis Operasional Modifikasi Cuaca (OMC) Tahun 2026. Pelatihan dilaksanakan secara daring (online) selama 168 Jam Pelajaran (JP) dan digelar mulai 7 Juli hingga 11 Agustus 2026. Kegiatan resmi dibuka oleh Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Dr. Tri Handoko Seto, M.Sc., dengan turut dihadiri oleh Kepala PPSDM MKG, Adityawarman, S.Si., M.M., serta Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca, Edison Kurniawan, S.Si., M.Si.
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG dalam paparannya menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) merupakan instrumen strategis nasional dalam mitigasi bencana hidrometeorologi, sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2024 tentang BMKG yang menetapkan kewenangan BMKG dalam penyelenggaraan OMC di Indonesia. Seiring meningkatnya permintaan layanan OMC dari berbagai pemangku kepentingan—baik Pemerintah Provinsi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kementerian teknis, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun operator swasta—BMKG melalui Kedeputian Bidang Modifikasi Cuaca dan Direktorat Tata Kelola Modifikasi Cuaca memandang penting untuk memastikan standar layanan OMC dipahami dan diterapkan secara seragam oleh seluruh personel yang terlibat, baik sebagai regulator maupun pelaksana teknis di lapangan.
Pelatihan ini membekali peserta dengan pemahaman komprehensif mengenai proses bisnis OMC, mulai dari regulasi OMC (internasional dan nasional), perencanaan OMC untuk aksi dini mitigasi bencana hidrometeorologi, interpretasi dan pengolahan citra radar cuaca, bahan semai beserta karakteristik fisis-kimianya, strategi penyemaian awan, hingga monitoring dan evaluasi kegiatan OMC. Pelatihan turut menghadirkan narasumber dan fasilitator berpengalaman, termasuk widyaiswara PPSDM MKG dan pakar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sebagai bentuk penerapan pembelajaran, peserta juga menyusun Dokumen Perencanaan Operasional OMC di UPT masing-masing melalui rangkaian workplace learning dan proyek akhir (capstone project).
Melalui pelatihan ini, PPSDM MKG berharap dapat mencetak personel OMC yang kompeten dan siap mendukung seluruh tahapan misi operasional secara profesional, memperkuat koordinasi lintas sektor antara BMKG, instansi teknis, dan pemangku kepentingan di daerah, serta meningkatkan aspek keselamatan penerbangan (aviation safety) dan efektivitas setiap misi penyemaian awan di lapangan. Dengan keikutsertaan personel dari puluhan UPT BMKG di seluruh Indonesia, pelatihan ini diharapkan mampu menyeragamkan standar kompetensi OMC nasional dan mendukung optimalisasi peran BMKG dalam mitigasi bencana hidrometeorologi di tanah air.