--
STANDAR WAKTU INDONESIA -- : -- : -- / -- : -- : -- UTC
PPSDM MKG
PELATIHAN

BMKG Gelar In-House Training Analisis Gempa dan Tsunami Lanjutan Bersama USGS

13-02-2026 6 bulan yang lalu PPSDM MKG
BMKG Gelar In-House Training Analisis Gempa dan Tsunami Lanjutan Bersama USGS

Tangerang Selatan – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (PPSDM MKG) BMKG bersama Direktorat Gempa Bumi dan Tsunami menyelenggarakan In-House Training Advanced Earthquake and Tsunami Hazards BMKG-USGS pada 10–12 Februari 2026. Pelatihan ini menghadirkan ilmuwan senior United States Geological Survey (USGS), Dr. Walter D. Mooney, Dr. Harley Benz, dan Lindsay Davis, serta dibuka oleh Deputi Bidang Geofisika BMKG Dr. Nelly Florida Riama, dengan turut dihadiri Plt. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Dr. Wijayanto beserta para ketua tim di direktorat tersebut. Sebanyak 20 personel dari Direktorat Gempa Bumi dan Tsunami dibekali kemampuan analisis kegempaan berstandar internasional, mulai dari pemrosesan sumber gempa, penentuan mekanisme fokus, pemahaman struktur kerak bumi Indonesia, hingga pengolahan dan penilaian kualitas data seismik menggunakan perangkat lunak yang dipakai USGS.

Selain transfer pengetahuan dari USGS, forum ini juga menjadi ajang berbagi pandangan dari sisi BMKG mengenai kebutuhan pengembangan ke depan. Tiga hal yang mengemuka: pertama, perlunya kemampuan finite fault modelling mengingat tingginya frekuensi gempa besar di Indonesia, yang penting untuk memahami distribusi slip pada bidang sesar secara lebih rinci. Kedua, pentingnya keberadaan tim tanggap darurat gempa semacam Earthquake Disaster Assistance Team (EDAT), program bersama USGS dan USAID yang selama ini memberikan dukungan situational awareness, pemantauan, dan penilaian dampak gempa secara cepat kepada negara-negara mitra, termasuk pada gempa Turki-Suriah 2023 dan Maroko 2023. Ketiga, dibahas pula potensi pemanfaatan data gempa bermagnitudo kecil untuk mengukur prekursor gempa, yang memerlukan penambahan jumlah stasiun seismik agar akurasi pengukuran gempa berkekuatan kecil dapat ditingkatkan.

Sejumlah materi dan diskusi tersebut menjadi relevan ketika gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang perairan Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026. BMKG menentukan episenter di laut pada koordinat 8,41° LS, 121,39° BT, sekitar 30 km timur laut Nagekeo, dengan kedalaman 15 km, dan mengidentifikasi sumber gempa dari aktivitas Flores Back-Arc Thrust bermekanisme sesar naik (thrust fault), persis jenis analisis yang dibahas dalam sesi pemrosesan sumber gempa dan focal mechanism pada pelatihan. Hingga 19 Agustus 2026, BMKG telah mencatat lebih dari 3.000 gempa susulan yang terus diolah dan divalidasi kualitas datanya, sementara gempa utama telah menyebabkan puluhan korban jiwa, ratusan luka-luka, kerusakan ribuan rumah, dan longsoran di sejumlah wilayah Flores.

Indonesia yang berada di pertemuan lempeng tektonik aktif menjadikan peningkatan kapasitas personel BMKG dalam analisis kegempaan sebagai kebutuhan berkelanjutan. Isu-isu yang didiskusikan dalam in-house training ini, dari pemodelan sumber gempa yang lebih detail, mekanisme respons cepat pascabencana, hingga penguatan jaringan pemantauan untuk gempa kecil, menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BMKG memperkuat sistem mitigasi gempa bumi dan tsunami di Indonesia.

Asisten PPSDM BMKG

Tanyakan informasi layanan kepada asisten virtual.

Halo! Saya asisten virtual PPSDM BMKG. Ada yang bisa saya bantu terkait pendidikan, pelatihan, MOOC, atau layanan kami?